Apa itu Hermeneutika?

you you Follow  10 Aug 2018   3 Mins read
Apa itu Hermeneutika?

Apa itu Hermeneutika?

Hermeneutika merupakan metode yang paling sering digunakan dalam penelitian karya sastra, hermeneutika dianggap metode ilmiah paling tua.

Apa itu Hermeneutika?

Secara etimologis, kata ‘hermeneutika’ berasal dari bahasa Yunani hermeneuein yang berarti menafsirkan. Maka, kata benda hermeneia secara harfiah dapat diartikan sebagai penafsiran atau interprestasi. Hermeneutika adalah salah satu jenis filsafat yang mempelajari tentang interprestasi makna atau penafsiran terhadap teks. Secara sederhana hermeneutika di artikan sebagai seni dan ilmu untuk menafsirkan teks-teks yang punya otoritas, khususnya teks suci. (Ratna, 2004:44)

Menurut F.D.E Scheiermacher ia membedakan Hermeneutik dalam pengertian sebagai ilmu dan seni memahami dengan hermeneutic yang didefinisikan sebagai studi tentang memahami itu sendiri. Schleiermacher dalam Sumaryono (1999:23-38) mengemukakan bahwa : “Semenjak seni berbicara dan seni memahami berhubungan satu sama lain, maka berbicara hanya merupakan isi luar berpikir hermeneutic adalah bagian dari seni berpikir itu, dan oleh karenannya bersifat filosofis”.

Hermeneutika, baik sebagai ilmu maupun metode, memegang peranan yang sangat penting dalam filsafat, dalam sastra, pembicaraannya sangat terbatas sebagai metode. Di antara metode-metode yang lain, hermeneutika merupakan metode yang paling sering digunakan dalam penelitian karya sastra, hermeneutika dianggap metode ilmiah paling tua, karena sudah ada sejak zama Plato dan Aristoteles. Dikaitkan dengan fungsi utama hermeneutika sebagai metode untuk memahami agama, maka metode ini dianggap tepat untuk memahami karya sastra dengan pertimbangan bahwa diantara karya tulis, yang paling dekat dengan agama sama dengan karya sastra. (Ratna, 2004:45).

Palmer (2016 : 24) dalam bukunya menjelaskan jika penelitian sastra didukung oleh interprestasi lisan untuk menampakkan pada dirinya sendiri suatu intense dalamnya ketika ia mendefinisikan (dalam bentuk yang lebih sadar) ada (being) dari karya tidak sebagai sesuatu yang statis, konseptual, esensi atemporal yang telah menjadi suatu keberadaan yang menyadari kekuatannya sebagai hal lisan yang terjadi dalam suatu waktu.

Bergabunglah bersama ArtiPedia, jadilah kontributor, tuangkan tulisan anda disini. Klik daftar untuk memulai. Kontribusi anda akan sangat berarti bagi pembaca. Terima Kasih...
Revisi isi halaman ini dengan tombol edit dibawah, apabila menurut anda ada yang keliru, ada yang perlu ditambahkan atau hal lainnya, dengan tujuan agar isi konten lebih baik lagi. Edit
Tunggu hingga dokumen munculTutup